Pages

26 June 2010

Jangan Biarkan Diri Anda Banyak Bicara !

Bismillah. Semoga niat ini Ikhlas.

Alhamdulillah masih bkesempatan utk share sesuatu di sini. Entah kenapa akhir2 ni rasa sgt suka utk menge'post' sesuatu biarpun sedikit. Rasa Gembira. Rasa Bahagia. Mungkin kena dgn kata2 "Memberi Itu Membahagiakan".
Sambil mbelek2 buku 'favourite' saya, "Jangan Bersedih Jadilah Wanita Yg Paling Bahagia" karangan Dr.'Aidh Bin 'Abdullah Al-Qarni, terjumpa satu tajuk yg mungkin sesuai bg kita yg selalu berusaha utk mjadi 'the real muslimah'(ehehe) dan dlm usaha utk mbaiki diri, insyaAllah. Tajuk yg di bicarakan sgt pendek tapi padat dan lebih tepat sgt bmanfaat,Alhamdulillah. Sengaja saya meng'copy paste' satu persatu kata2nya krn bg saya bahasa yg digunakan sgt santai dan menarik.(juga dgn kata lain utk 'mpromote' hehe)

Rembulan tertawa dan bintang-bintang bersorak-sorai
lalu mengapa kita biarkan kesedihan membunuh dan mencekik kita?

Jauhilah perselisihan atau diskusi buta dlm perkara2 yg masih bersimpang -siur. Sebab hal itu dapat menyempitkan dan menodai hati nurani. Janganlah cuba utk memuaskan manusia dgn perkara2 yg msh byk mengandungi perdebatan. Ungkaplah pemikiran anda dgn tenang tanpa tekanan,suara keras,dan wajah yg masam.


Jauhilah byk membantah dan byk mengkritik. Hal itu akan membuat ketenangan hatimu hilang dan membuat wajahmu tidak baik. Ucapkanlah kalimah yg sopan dan penuh cinta jika kamu ingin menarik hati dan jiwa org lain.


Hal lainnya yg dapat mendatangkan kesusahan dan kesedihan pada diri anda adalah mengumpat org lain, memperkatakan perihal mereka, mencela dan menghina mereka.


Sikap seperti ini akan menghilangkan pahala , mendatangkan dosa, serta menjauhkan ketenangan dalam diri anda. Sibukkan saja diri anda dgn memperbaiki 'aib sendiri dan jangan pedulikan 'aib orang lain. Sesungguhnya Allah tidak menciptakan kita Maksum -yg hanya dimiliki oleh Rasul-Nya. Kita semua memiliki dosa dan 'aibnya sendiri dan tidak mencampuri 'aib org lain.

Ya allah redhailah aku dgn ilmu yg cuma sedikit ini.Wallahu A'lam.

No comments: